Monday, June 1, 2009

IDE KREATIF SEORANG TUKANG TAMBAL BAN

Beberapa tahun yang lalu ketika saya di kampus tiba-tiba ban motor saya bocor. Saya kebingungan musti kemana. Padahal kalau mau jalan keluar kampus untuk mencari tukang tambal ban, jaraknya lumayan jauh. Untungnya ada pamflet yang terpasan pada sebuah pohon di dekat parkiran kampus.

TAMBAL BAN
08157XXXXXXX
Ongkos standar + Rp. 1000

Wow!!!

Saya senang sekali ada tukan tambal ban yang berani "jemput bola". Ini merupakan ide kreatif dari tukang tambal tersebut. Pada saat pertama kali saya menggunakan jasanya, dia memakai motor bebek butut dengan beronjong di atasnya yang berisi peralatan untuk nambal. Sekitar 15 menit dia menyelesaikan pekerjaannya. Tapi sebelum selesai, ada telepon yang memanggil dia. Dia hanya menjawab "Ya, 15 menit lagi, Pak".
Ya. Begitulah tukang ini menjalankan usahanya.

Saya sangat simpati dengan apa yang sudah pak tukang tambal ini. Sampai-sampai setiap orang yang punya masalah dengan ban mereka, saya selalu memberi tahu nomnor sang tukang tambal ini.

Saya sendiri sudah memakai jasanya sebanyak 4 kali.

Beberapa hari yang lalu ban motor temen saya kempes, lalu saya beri tahu nomor sang tukan tambal ban. Tak lama setelah teman saya sms, datanglah tukang tambal ban itu.
Tapi saya lebih punya apresiasi lagi saat saya tahu dia sudah berganti motor menjadi Supra Fit.

WOW!!!

Saya mencoba bertanya kepada tukang tambal ban "langganan" saya itu.
"Saat ini sudah banyak pesaingnya ya Pak? Berapa pak yang sudah menjadi rekan Bapak?"
"Iya Mas, sudah banyak teman saya. Ada 10 orang" katanya.
"Sehari biasanya saya mengerjakan 20 motor Mas".

WOW!! (lagi)

Kalau dihitung-hitung setiap orang memakai jasanya, harus membayar Rp 5.000,-
Berarti dalam satu hari:

Rp 5.000,- x 20 motor = Rp 100.000/hari

Dalam sebulan, katakanlah ada 25 hari efektif, berarti pendapatannya Rp 2.500.000,-

WOW!!! (lagi-lagi)

Inilah hasil dari sebuah IDE kreatif seorang tambal ban.

Bukan tidak mungkin
pada hari-hari ke dapan sang penambal ban ini sudah tidak melakukan bisnis ini sendirian. Dia bisa membuka lapangan pekerjaan bagi para pengangguran atau pemuda-pemuda yang bisanya cuma ngamen di jalan atau di rumah-rumah. Bagaimana caranya? Mudah saja, dia tinggal menyediakan motor, bronjong yang berisi perlengkapan tambal ban plus memberi pinjaman sebuah handphone bagi para penambalnya (pekerjanya). Ya tentu saja harus ada aturan main yang fair antara "pemilik bisnis tambal ini" dengan para pekerjanya. Mudah bukan?
Lha kalau pekerjanya membawa lari motor, bronjong (berisi peralatan tambal ban) dan Handphone, gimana coba?
Ya disini musti ada perjanjian awl yang jelas dulu. Lagipula khan para pekerjanya juga orang yang tak jauh dari rumahnya alias pemuda-pemuda tetangganya.


Anda punya usul lain untuk sang penambal ini untuk membesarkan bisnis tambal bannya?